Cegah Kanker dengan Antioksidan

Source : http://klubkanker.multiply.com/journal

(dr. genti dalam sebuah forum)

Cancer
Cancer

Kanker memang membahayakan. Selain menghindari beragam faktor resiko yang ada, konsumsi bahan makanan berantioksidan tinggi perlu agar tubuh tetap tahan atas serangan radikal bebas penyebab kanker

Malnutrisi atau keadaan kurang gizi kerap ditemukan pada penderita kanker. Bahkan acap kali dipandang sebagai salah satu tanda penting. Bila seseorang mengalami malnutrisi juga mengalami menurunnya berat badan begitu mencolok, kita perlu waspadai jangan-jangan dia terkena kanker.

Meski perlu penelitian lebih lanjut, banyak bukti menunjukkan adanya korelasi sitokin dan penurunan berat badan pada penderita kanker. “Defisiensi gizi yang paling sering ditemukan pada penderita kanker adalah defisiensi protein dan kalori dengan manifestasi mengecilnya massa otot,” jelas Dr. A Harryanto Reksodiputro, Sp.KHOM.

Selain menjadi penanda, keadaan malnutrisi ini pula yang juga disorot oleh badan dunia sebagai penyebab terjadinya beberapa penyakit membahayakan, salah satunya kanker.

Tahun 2002 lalu, WHO pernah menyebutkan setidaknya sekitar 80 kematian terjadi akibat penyakit jantung. Sementara 90 persen akibat penyakit diabetes mellitus dan 35 persen akibat kanker.

“Selain kegiatan fisik dan berhenti merokok, WHO menyatakan bahwa ketiga penyakit berbahaya ini dapat dihindari dengan asupan nutrisi yang memadai,” jelas Dr. Gentiarno Saputro, ND, spesialis natural healing (naturopathy) lulusan Universitas Phoenix, Amerika Serikat.

Jadi kurang gizi bisa menandai adanya kanker, tetapi dengan gizi pula kanker bisa dicegah.

Dari Sayur dan Buah

Nutrisi yang kita butuhkan berupa vitamin dan mineral. Untuk kanker, ada vitamin dan mineral khusus yang sangat dibutuhkan untuk melindungi tubuh agar sel tidak rusak. Inilah yang disebut dengan antioksidan.

Penelitian besar pertama dengan metode acak ganda tersamar atas antioksidan dan resiko kanker dimuat dalam jurnal Chinese Cancer Prevention Study tahun 1993. Penelitian ini menyelidiki efek kombinasi beta karoten, vitamin E, dan slelenium atas kanker pada pria dan wanita Cina yang beresiko tinggi mengalami kanker saluran cerna. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi bahan-bahan antioksidan ini secara berarti menurunkan insiden kejadian kanker saluran cerna.

Di tahun 1994, sebuah penelitian berjudul Alpha-Tocopherol (vitmain E)/Beta-Carotene Cancer Prevention Study (ATBC) memperlihatkan bahwa para pria perokok warga Finlandia resiko terkena kanker paru menurun secara berarti akibat beta karoten dibanding vitamin E.

Sementara penelitian lain berjudul The Selenium and Vitamin E Cancer Prevention Trial (SELECT) telah dilakukan di Amerika Serikat, Puerto Rico, dan Kanada. Penelitian ini mencari tahu apakah selenium dan atau vitamin E mampu mencegah kejadian kanker porstat pada pria usia 50 tahun dan lebih. Penelitian ini mencapai hasilnya dan dihentikan rekrutmennya pada bulan Mei 2006.

Lalu, bagaimanakah sebenarnya antioksidan ini bekerja? Para ahli menyebutkan bahwa antioksidan bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas.

Radikal bebas merupakan molekul-molekul yang memiliki elektron tidak komplit sehingga mereka menjadi reaktif dibanding dengan elektron yang sudah komplit.

Radikal bebas terekspos ke tubuh kita akibat situasi lingkungan yang tidak sehat akibat asap rokok, kendaraan bermotor, bahan kimia, juga olahraga serta konsumsi makanan yang berlebih.

Elektron liar ini menyerang DNA dan molekul normal sehingga rusak. Kerusakan inilah yang menyebabkan terjadinya kanker. Karena itu, sebelum elektron liar menghancurkan sel-sel normal, antioksidan menghadangnya dahulu dengan menetralkan hingga kemampuan perusaknya menjadi lumpuh.

Antioksidan yang Dibutuhkan

Dr. Genti menyebutkan, sebagian besar vitamin dan  mineral yang kita butuhkan terdapat pada sayur dan buah-buahan. Tubuh tidak bisa memroduksinya sendiri. Setidaknya ada 50 nutrisi esensial yang dibutuhkan tubuh.

Konsumsi ini tentu saja harus setiap hari. “Karena setiap tiga hari, regenerasi sel dalam tubuh terjadi,” jelas Dr. Genti. Dari lima puluh, setidaknya hanya ada beberapa vitamin dan mineral antioksidan yang dibutuhkan.

Antioksidan yang terkait dengan pencegahan kanker antara lain Beta-carotene. Unsur ini bisa kita temukan pada bahan makanan berwarna oranye semisal ubi merah, wortel, semangka, labu, ketela, gambas, aprikot, mangga. Beberapa sayuran berwarna hijau seperti bayam. Kangkung juga dikatakan kaya dengan beta-carotene.

Lutein. Unsur ini dikenal sebagai bahan yang menyehatkan mata. Ditemukan pada sayuran (daun-daunan) berwarna hijau seperti bayam dan kangkung.

Lycopene merupakan antioksidan poten yang ditemukan di tomat, semangka, jambu biji, pepaya, aprikot, buah anggur, jeruk besar berwarna merah muda, jeruk merah. Diperkirakan sekitar 85 persen orang Amerika mengonsumsi lycopene dari tomat dan produk tomat lain.

Selenium merupakan mineral dan bukan nutrisi antioksidan. Meski begitu, unsur ini merupakan komponen enzim antioksidan. Bahan makanan seperti beras dan gandum merupakan sumber diet selenium yang dikonsumsi di sebagian besar negara-negara di dunia. Kacang brazil juga memiliki kandungan selenium yang tinggi.

Jumlah selenium di tanah, dimana setiap daerah memiliki kandungan yang berbeda, menentukan juga besar kandungan selenium dalam bahan makanan yang ditanam di atasnya. Hewan-hewan yang makan tanaman kaya selenium biasanya kandungan selenium di ototnya juga cukup tinggi.

Di Amerika Serikat, daging dan roti biasanya merupakan sumber selenium yang umum dikonsumsi.

Vitamin A ditemukan dalam tiga bentuk; retinol (vitamin A1), 3-4 didehydroretinol ( vitamin A2), dan 3-hydroxy-retinol (vitamin A3). Beberapa bahan makanan yang mengandung vitamin A seperti hati, kentang manis, wortel, susu, kuning telur, dan keju.

Vitamin C juga dikenal dengan sebutan asam askorbat dan ditemukan pada berbagai jenis sayur dan buah. Kita bisa temukan juga pada bahan makanan lain seperti sereal, daging sapi, unggas, dan ikan.

Vitamin E dikenal dengan sebutan alpha-tokoferol. Banyak ditemukan dalam bahan makanan seperti almond, benih gandum, jagung, minyak kedelai, safflower, mangga, kacang, dan brokoli.

Tak sulitkan mendapatkan bahan-bahan ini, kan? @

Gizi Seimbang Mutlak Bagi Penderita Kanker

Nutrisi seimbang dan lengkap ternyata tidak hanya mencegah kejadian kanker, melainkan juga dapat diterapkan sebagai terapi penunjang bagi penderita kanker.

Dr. Ririn Hariani Sp.GK, spesialis gizi dari RS Kanker Dharmais menyebutkan bahwa pasien kanker yang masih dalam tahap proses terapi perlu asupan nutrisi yang memadai. Idealnya mereka tetap butuh mengatur pola makan yang kesemuanya mengandung nutrisi penting seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Terapi penunjang dengan pengaturan makan ini penting sekali agar pasien dapat mempertahankan berat badan. Seperti dikatakan Dr. A Harryanto Reksodiputro, Sp.KHOM kekurangan gizi pada penderita kanker menyebabkan terjadinya mengecilnya massa otot (menurunnya berat badan).

Keadaan ini akan menurunkan toleransi pasien terhadap sitostastika, terapi radiasi dan bedah. Karena, menurut Ririn penderita kanker dengan malnutrisi juga mempunyai resiko mengalami infeksi paska operasi lebih tinggi dibanding dengan mereka yang berstatus gizi baik. Karena pengobatan dengan sitostatika dan radioterapi akan mengurangi nafsu makan.

Artinya, kurang gizi yang diiringi dengan menurunnya berat badan akan memengaruhi (memperburuk) hasil pengobatan para penderita kanker.

Jadi tujuan utama terapi nutrisi adalah memperbaiki defisiensi zat gizi yang diperlukan sehingga berat badan dapat dipertahankan dan pengobatan dapat berjalan lancar.

“Terapi pelengkap ini terbukti membantu mengontrol gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderita kanker,” jelas Ririn, sehingga waktu pemulihan pun lebih cepat.

Meski begitu, terapi tambahan ini tidak bisa diberikan pada semua penderita kanker. Semuanya tergantung jenis kankernya. @

Diet Penderita Kanker

Berikut ini rekomendasi diet untuk penderita kanker dari Dr. Ririn Hariani, Sp.GK.

∑   Pilih diet yang kaya variasi

∑ Konsumsi makanan yang banyak mengandung sayur dan buah

∑   Pertahankan berat badan ideal dan aktifitas fisik

∑   Hindari alkohol

∑   Pilih makanan yang rendah lemak

∑   Siapkan dan simpan makanan dengan aman

∑   Ingat! Jangan merokok

Cara Pilih Terapi Suplemen

Berikut ini saran yang layak diperhatikan bila Anda hendak memilih terapi suplemen sebagai penunjang bagi meningkatnya kesehatan Anda menurut Dr. Ririn Hariani, Sp.GK ;

∑   Yakin pilihan tersebut cocok dengan keadaan kesehatan dan sesuai dengantujuan memilih suplemen

∑  Lihat kualitas pabrik yang memroduksinya. Minimal Anda tahu distributornya, ada standar kualitas, ada rekomendasi dari profesional tentang kualitas produk

∑  Selidiki tentang klaim dari produk tersebut untuk pencegahan atau terapi

∑  Perhatikan harga dan komposisi bahannya

∑  Gunakan label untuk mengetahui informasi penting seperti

– nama suplemen tersebut

– bagian dari zat atau tanaman yang digunakan

– dosis per hari yang diperlukan

– lama penggunaan

– daftar isi zat yang digunakan

– tanggal kadaluwarsa

– nomor telepon untuk menghubungi distributor atau pabrik

4 pemikiran pada “Cegah Kanker dengan Antioksidan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s